''sebisa mungkin perubhan tuh pasti ada''

Selasa, 01 Oktober 2013

ketika malam

ketika malam telah menyiapkan pentas untuk bintang menari justru telah kumasuki peti kematian dalam duka dan rasa sesak lantunan musik pengiring para bintang bertalu talu namun aku justru menangis dalam hati dibalik senyumku rasa terkhianati dan tertipu oleh sang kekasih alam rasa cemburu akan kepergiannya yg tak terungkap oleh semua kitab aku melangkah dengan gagah menuju singgasana kematian yg bernama cinta iring iringan bak seorang raja yg baru naik tahta mengantarku dengan gembira wangi wangian dari beraneka macam bunga menemaniku menuju singgasana dayang dayang menyambutku dengan tawa dan canda… dan aku terduduk di singgasana yg bernama cinta,di peti matiku kemarahan,kebencian semakin menggelora dan memanas isi kepalaku hanya berisi prasangka prasangka tentang cinta yg absurb dan semakin bertambah rasa itu pada setiap detak nafasku kecurigaan,kecemburuan semakin membesar dan menjadi jadi bayangan ketika mata terbuka membuat rasa sakit semakin terasa pedih dan semakin bertambah rasa itu pada setiap detak jantungku iring iringan telah pergi,dayang dayang telah pulang,wangi wangian telah menguap tapi aku masih berada di tempatku,singgasana kematian bernama cinta ketika malam telah usai bersama datangnya panggilan untuk Mu bintang bintang perlahan menunduk untuk mundur dari pentas bunyi bunyian pengiring telah berhenti aku masih tetap menangis dalam hati dibalik senyumku telah kuterima semua rasa menyakitkan tentang cinta yg tak kukenal matahari telah terbit dan sang kasih telah menunggu untuk melangkah tapi aku masih berada di singgasana kematian yg bernama cinta itu singgasana yg pada siang berubah menjadi sebuah kutukan atma aku menunduk sepi tapi tetap tersenyum,dan rasa itu kusembunyikan kutatap sang Esa pada ciptaannya untuk berteriak tentang takdirku pada cinta dan dia diam,hanya sebuah isyarat untuk survive dan nrimo pada garis tangan hidupku senja telah datang,pentas kembali di bangun,check sound untuk para penari telah bersuara bintang bintang telah datang berdiri menempatkan diri untuk menari dan aku,melangkah dengan gagah menuju peti kematian bernama cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar




cinta tidak harus memiliki
tak harus berbalas, tak harus bersama
tak harus bahagia bersamanya
Aku mengerti …
walau kumencintai kutak memiliki
walau kumencari takkan kudapati
walau ingin kuraih cinta itu
walau ingin kurasakan kebahagiaan itu
namun ditengah kelamnya malam
diantara desir angin dan kesunyian
ku sadari … semua tlah berakhir…

cintaku …
Meski tlah jauh dariku
meski tlah memiliki yang lain
meski tlah lagi bahagia
namun…
kubahagia melihatnya bahagia
melihatnya tersenyum tertawa
menatap penuh cinta padanya
terima kasih …
atas segala cinta yang lalu
maaf …
bila ku masih mengusik hidupmu
namun…, izinkanlah aku
menyimpan cinta itu
yang masih merekah dan tulus
di lubuk hatiku yang terdalam

Waktu terus bergulir ……
Detik .. menit …. jam ….
Tlah terlewati seiring dengan berlalunya hari ….
Begitu pula cintamu padaku …
Semakin jelas dan nyata …
Betapa bodohnya diriku ini …
Karna kutak tahu apa yang harus kuperbuat…..
Tapi izinkanlah diriku untuk menyapanya …..
Memberi salam padanya dan berkata …..
” Aku juga cinta padamu “